PT Indosat tbk: Analisis Laporan Keuangan Dan Saham

Indosat

SEJARAH PT. INDOSAT Tbk.

PT Indosat Tbk didirikan oleh pemerintah pada tanggal 20 November 1967 sebagai PMA untuk menyediakan layanan telekomunikasi internasional di Indonesia dan mulai mengkomersilkan pelayanan mereka pada bulan September 1969 untuk membangun, mendistribusi dan mengoperasikan Organisasi Satelit Telekomunikasi Internasional, atau Intelsat, stasiun bum di Indonesia untuk dapat mengakses satelit Intelsat’s Indian Ocean Region untuk periode 20 tahun kedepan. Sebagai sebuah konsorsium global dari organisasi satelit komunikasi internasional, Intelsat memiliki dan mengoperasikan sejumlah satelit telekomunikasi.

Pada tahun 2000, pemerintah memberlakukan Hukum Telekomunikasi, yang mana mendorong kebebasan industri telekomunikasi, yang secara langsung memberikan dampak terdapat bisnis kami.Di tahun 2001, sebagai bagian dari prakarsa pemerintah untuk merestruktur industri telekomunikasi, kami bekerjasama dengan Telkom untuk menghapus ‘crosshareholdings’ kami masing-masing di beberapa anak perusahaan kami, termasuk :akuisisi kami terhadap saham Telkom sebesar 22,5% di Satelindo;akuisisi Telkom terhadap saham kami sebesar 35,0% di Telkomsel; dan akuisisi kami terhadap saham Telkom sebesar 37,2% di Lintasarta dan pembelian obligasi konversi Lintasarta yang diselenggarakan oleh Telkom.

Pada bulan Agustus 2002, kami memasuki sektor telekomunikasi dalam negeri dengan mendapatkan lisensi untuk menyediakan layanan jaringan tetap lokal di daerah Jakarta dan Surabaya.Kami mengerahkan sekitar 13.000 baris di daerah untuk menyediakan layanan lokal telepon tetap dan mengumumkan tujuan strategis kami untuk menjadi pemimpin terkemuka untuk jaringan telekomunikasi dan penyedia jasa di Indonesia. Pada tahun 2002, Pemerintah divestasi 517.500.000 lembar saham, mewakili sekitar 50,0% dari jumlah saham Seri B kita pada saat itu, dalam dua tahap. Pada bulan Mei 2002, Pemerintah menjual 8,1% saham kita melalui tender global.Pada bulan Desember 2002, Pemerintah melakukan divestasi sebesar 41,9% dari jumlah saham indosat di Seri B ke mantan anak perusahaan STT. Pada tanggal 31 Maret 2009, Pemerintah memiliki 14,29% dari saham kami yang beredar, termasuk saham Seri A, dan ICLM dan ICLS dimiliki sekitar 65,0% dari jumlah saham Seri B kami. ICLM dan ICLS dimiliki oleh Qtel. Sisa 20,71% saham kami di Seri B dimiliki oleh pemegang saham publik pada tanggal 31 Maret 2009. Lihat “Butir 6: Direktur, Manajemen Senior dan Kepemilikan Karyawan bersama.”

Pada tanggal 22 Juni 2008, Qtel membeli seluruh saham dari masing-masing ICLM dan ICLS, berdasarkan Perjanjian Jual Beli Saham tanggal 6 Juni 2008 antara Qtel dan STT, perusahaan yang didirikan di Singapura. Sesuai dengan Perjanjian Jual Beli Saham, Qtel, melalui anak perusahaannya, Qatar South East Holding S.P.C., memperoleh modal ICLM dan ICLS dari Asia Mobile Holdings Pte. Ltd, atau AMH, sebuah perusahaan yang didirikan di Singapura, yang secara tidak langsung 75,0% saham dimiliki oleh STT Communications Ltd dan 25,0% secara tidak langsung dimiliki oleh Qtel.

Setelah akuisisi ini, perubahan terhadap pengendalian terjadi di Indosat dan Qtel, dan seluruh anak perusahaan yang dimilikinya, ICLS dan Qatar South East Holding S.P.C., melakukan penawaran tender untuk membeli sampai dengan 1,314,466,775 Saham Seri B, yang mewakili sekitar 24,19% dari total Saham Seri B (termasuk Saham Seri B yang diwakili oleh ADS), dengan harga pembelian dolar AS setara Rp369,400 per ADS, dan Rp7,388 per Saham Seri B, bersih kepada penjual secara tunai (tanpa bunga dan ketentuan kepada setiap pemotongan pajak diperlukan).Setelah penyelesaian penawaran tender pada tanggal 5 Maret 2009, Qtel dan anak perusahaan memiliki sekitar 65,0% dari modal saham yang beredar.

ANALISIS RASIO KEUANGAN

Rasio Likuiditas

Menurut Nitisemito (1989;107) Likuiditas adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi seluruh kewajibannya yang harus segera dibayar.

Jadi likuiditas adalah kemampuan perusahaan untuk dapat melunasi hutang jangka pendeknya pada saat hutang tersebut jatuh tempo. Hal tersebut dapat dikatakan likuid apabila posisi dana lancar dan tersedia cukup untuk memenuhi kewajiban jangka pendek. Dan dikatakan ilikuid apabila posisi dana lancar yang tersedia tidak cukup untuk memenuhi kewajiban jangka pendek. Rasio yang dapat digunakan untuk menentukan kemampuan membayar yaitu Current Ratio, Quick Ratio, dan Cash ratio. Dengan melihat laporan keuangan PT.Indosat tahun 2005, perusahaan ini memiliki tingkat likuiditas yang cukup baik yaitu current ratio diatas 1. Namun setelah membandingkannya dengan tahun 2006  hal tersebut tidak dapat lagi ditemukan. Hutang lancar yang ada, lebih besar dibandingkan dengan jumlah aktiva lancar yang dimiliknya.Pada tahun 2007 terjadi peningkatan, meskipun tidak terlalu tinggi, namun hal ini membuktikan bahwa perusahaan ini mampu meningkatkan kinerja perusahaan dan system operasi perusahaan.Di tahun 2008 dan 2009 kembali terjadi penurunan aspek likuiditas.Pada tahun 2008 tidak mengalami penurunan yang signifikan.Pada tahun 2009 terjadi penurunan yang cukup jauh.Hal tersebut membuktikan bahwa kemampuan perusahaan untuk membayar hutang lancar mengalami penurunan.Namun hal seperti ini tidak berarti bahwa keuangan perusahaan melemah atau bahkan menurun.Kejadian seperti ini dapat disebabkan oleh waktu jatuh tempo hutang lancar, kondisi perusahaan, dan siklus operasi perusahaan yang cenderung tidak dapat diprediksikan. Dengan melihat dari penilaian Current ratio PT. Indosat, misalnya pada tahun 2006=0,8328. Hal ini berarti apabila current ratio 2006 dilikuidasi dapat untuk memenuhi hutang jangka pendek sebesar 0,8328 ditahun 2006. Sedangkan Quick ratio yaitu perusahaan dapat memenuhi kewajiban jangka pendek dengan unsur-unsur aktiva lancar kecuali persediaan, karena persediaan dianggap tidak likuid.Dan dengan Cash Ratio, berarti perusahaan dapat membayar hutang jangka pendeknya dengan kas dan surat-surat berharga lainnya.Apabila likuidasi tersebut cenderung menurun dan tidak dapat diatasi, maka hal ini membuktikan bahwa perusahaan tersebut tidak memiliki assets yang cukup untuk memenuhi hutang jangka pendek.

Aspek Leverage

Aspek Leverage adalah keputusan perusahaan yang menyangkut pembiayaan perusahaan dengan mempergunakan unsur hutang di dalam struktur modalnya.Rasio keuangan yang digunakan untuk mengukur tingkat leverage perusahaan ada 3 yaitu debt ratio,equity ratio dan debt to equity ratio. Pada PT. Indosat, Debt Ratio pada tahun 2006 mengalami penurunan dari tahun sebelumnya, tahun 2007-2008 mengalami peningkatan, namun pada 2009 kembali mengalami penurunan. Bagi para kreditur,rasio utang yang lebih rendah lebih disukai karena semakin rendah rasio maka semakin besar perlindungan terhadap kerugian kreditor dalam peristiwa likuidasi.Tetapi di sisi lain,para pemegang saham menginginkan leverage yang lebih besar karena dapat meningkatkan laba yang diharapkan.Pada Equity Ratio, perusahaan ini mengalami penurunan pada tahun 2007-2009. Dan equitas tertinggi terjadi pada tahun 2006 yaitu sebesar 44,4123%.  Hal ini membuktikan bahwa Kreditor melihat ekuitas atau dana yang disetor untuk memberikan marjin pengamanan,sehingga jika pemegamg saham hanya memberikan sebagian kecil dari total pembiayaan,maka resiko sebagian besar ada pada kreditur. Dilihat dari debt to equity ratio terjadi pergerakan yng cukup labil.Terjadinya kenaikan dan penurunan namun cenderung bersifat stasioner. Debt to Equity Ratio tertinggi terjadi pada tahun 2008 yaitu sebesar 133,9462%. Kondisi  ini membuktikan bahwa jika perusahaan memperoleh pengembalian yang lebih besar atas investasi yang dibiayai dengan dana pinjaman dibanding pembayaran bunga maka pengembalian atas modal pemilik akan lebih besar. Aspek Leverage sangat berhubungan dengan investasi. Apabila disuatu perusahaan aspek internal dan external equity tidak mencukupi, maka perusahaan akan melakukan pinjaman untuk mendanai investasi. Investasi sangat mempengaruhi aspek laverage.Seberapa besar perusahaan melakukan pinjaman yaitu sebesar kekuatan investasi perusahaan. Perusahaan yang memiliki kekuatan investasi yang besar, akan melakukan pinjaman dalam jumlah yang besar pula. Sehingga terdapat hubungan simultan antara financial laverage dengan investasi perusahaan.

Aspek Efisiensi

Average Collection Period

Perkiraan jumlah waktu yang dibutuhkan untuk sebuah perusahaan untuk menagih piutang yang terjadi. Semakin pendek waktunya, semakin efisien untuk sebuah perusahaan dalam menagih piutang. Berdasarkan perhitungan tersebut, maka selama kurun waktu 4 tahun rasio ini menunjukkan pergerakan yang tidak stabil dalam artian tiap tahun nilainya naik dan turun. Jika nilainya naik maka perusahaan tersebut mengalami peningkatan piutang dalam proses penjualan, sedangkan jika mengalami penurunan berarti piutang perusahaan tersebut berkurang dalam proses penjualan.

Account Receivable Turnover

Angka yang menunjukkan jumlah piutang yang dikumpulkan sepanjang tahun. Angka perputaran piutang yang tinggi menunjukkan kredit yang ketat, sedangkan perputaran piutang rendah berarti banyak terjadi kredit macet. Berdasarkan perhitungan tersebut,perusahaan mengalami penurunan, tetapi sempat mengalami kenaikan pada tahun 2007. Kemudian mengalami penurunan kembali pada tahun 2008 hingga 2009.Artinya, jika nilainya menurun berarti piutang perusahaan tersebut masih banyak yang belum dibayar, tetapi sebaliknya jika nilai tersebut meningkat maka piutang perusahaan berkurang dalam artian banyak piutang yang telah dibayar dan masuk ke dalam kas perusahaan.

Total Asset Turnover

Mengukur sebarapa baik asset perusahaan yang digunakan untuk menghasilkan pendapatan. Berdasarkan perhitungan tersebut, maka dari tahun 2005-2007 terjadi peningkatan kinerja pada asset perusahaan sebesar. Namun pada tahun 2008 – 2009, mengalami penurunan.Hal ini mengindikasikan, perusahaan tidak efisien dalam penggunaan semua aktiva yang dimilikinya untuk menghasilkan pendapatan.

Fixed Asset Turnover

Mengukur efisiensi perusahaan dalam menggunakan asset-asetnya untuk menghasilkan pendapatan dan semakin besar angka, semakin baik karena perusahaan akan semakin mudah melakukan perputaran asset. Berdasarkan perhitungan tersebut, dari tahun 2005-2006 terjadi penurunan kinerja, tetapi pada tahun 2007 kembali menguat.Namun, dalam kurun waktu 2 tahun selanjutnya perusahaan mengalami kelesuan kinerja, sehingga terhambat dalam melakukan perputaran asset.Artinya, perusahaan tidak mampu mengoptimalkan asset-assetnya untuk menghasilkan pendapatan perusahaan, padahal asset-asset tersebut berpotensial menghasilkan keuntungan yang besar.

Dupont

Analisis DuPont adalah analisis yang mencakup seluruh rasio aktifitas dan margin keuntungan atas penjualan untuk menunjukkan bagaimana rasio ini mempengaruhi profitabilitas. Dari aspek ini, secara keseluruhan dari tahun 2005 sampai tahun 2009, menurut analisis DuPont, kondisi perusahaan paling baik pada tahun 2007.

Grafik saham

Data data grafik diatas yang didapatkan dari hasil pembuatan grafik dari data pergerakan saham  PT Indosat tbk pada rentang waktu 2 januari 2010 – 30 oktober 2010, setelah dibuat grafiknya, dapat diambil kesimpulan bahwa volume perdagangan, besarnya tergantung dari harga pembukaan, penutupan, harga di titik tertinggi dan harga di titik terendah.

Seperti yang dapat dilihat di tabel diatas, saat volume pertukaran saham mencapai titik tertinggi menyebabkan harga penutupan saham berada pada harga yang cukup tinggi yaitu mencapai Rp 5.000.000++.Sebaliknya saat volume perdagangan rendah, harga penutupan juga berada pada titik rendah.

Volume pertukaran mencapai titik tertinggi biasa terjadi saat musim-musim tertentu.Seperti ada awal tahun, dan juga pada pertengahan tahun.

Saat harga rendah, pertukaran saham juga mencapai titik rendah.walaupun tidak terlalu besar namun cukup signifikan pula.Begitu pula yang terjadi pada harga tertinggi dan terendah pada saham.

Volume pertukaran saham mencapai titik yang cukup tinggi saat bulan Januari dan September tahun 2010. Hal ini menunjukkan bahwa dalam kurun waktu hamper setahun telah terjaid volume perdagangan saham yang cukup tinggi sehingga hamper mungkin investor bertambah dalam jumlah yang cukup signifikan dalam perusahaan.

Akan tetapi rentang volume pertukaran saham yang cukup tinggi menunjukkan bahwa perusahaan mengalami penjualan tertinggi pada saat-saat tertentu saja.Bisa saja dikarenakan perusahaan melakukan promosi yang lebih gencar atau pada kurun waktu tersebut, pamor perusahaan meningkat juga bisa disebabkan karena pada tempo waktu yang bersangkutan, perusahaan melakukan inovasi-inovasi yang menarik perhatian investor.

Volume Transaksi

Data diambil dari PT Indosat tbk dengan rentang waktu 4 januari 2010 sampai dengan 30 oktober 2010

Dari data hasil perhitungan nilai maximal, nilai minimal, nilai rata-rata dan standar deviasi saham, dapat diambil kesimpulan bahwa, harga pembukaan yang tinggi akan menyebabkan volume perdagangan juga tinggi. Harga tertinggi dan harga terendah dapat juga dilihat berda pada rentang yang tidak terlalu jauh yang bisa berarti bahwa harga saham perusahaan ini masih berada pada rentang yang dapat dimaklumi karena berada di atas rata-rata sehingga masih dapat menjamin bahwa saham perusahaan ini akan menjamin kelangsungan hidup perusahaan dan investor nya.

Harga penutupan yangtinggi dan berada di atas rata-rata juga merupakan bukti bahwa perddagangan saham terjadi secara lancar sehingga harga tidak mengalami penurunan atau kenaikan yang signifikan.

Sedangkan apabila dilihat dari batas minimal dari volume pertukaran saham, dapat diambil kesimpulan bahwa  pertukaran saham yang rendah dan di bawah rata-rata dapat terjadi apabila harga saham perusahaan berada pada titik yang cukup rendah pula. Harga pembukaan yang rendah bisa juga disebabkan karena rendahnya pertukaran saham pada hari sebelumnya sehingga menyebabkan harga saham mengalami penurunan.

Bisa pula karena terjadinya krisis ekonomi atau factor seperti keadaan penjualan di beberapa tempat yang mengalami masalah atau isu-isu yang dialami perusahaan sehingga menyebabkan penjualan menurun.Harga tertinggi minimal dan terendah minimal yang berada di bawah rata-rata menunjukkan bahwa perusahaan mungkin mengalami isu selama masa periode saham sehingga terjadi pergolakan harga.

Rata-rata yang didapat merupakan rata-rata dari keseluruhan nilai saham yang ada.Sehingga dapat diketahui bahwa saham berada pada titik menegah dimana melingkupi seluruh harga yang ada saat pertukaran saham terjadi selama masa periode waktu yang ditetapkan.

Standar deviasi menunjukkan penyimpangan yang mungkin terjadi pada data saham.Apakah data saham menyimpang jauh dari rata- rata atau tidak.  Dapat dilihat bahwa pada  keseluruhan data yang didapat, penyimpangan pada volume pertukaran saham cukup signifikan. Yang berarti bahwa nilai maksimal dan minimal dari saham tersebut rentangnya cukup lebar.Saat terjadi tingkat saham tertinggi maupun yang terendah.

Sedangkan standar deviasi yang terjadi pada pembukaan dan penutupan harga saham berada pada rentang.

Christine Natalia  17634

The, Ivana Oktaviani 17618

Jhayanti N.N. Kalyani 17032

Maya Sari 17564

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: